Selasa, 07 Agustus 2012

.... Dia menunggu di pelataran terminal yang lumayan sepi. Yang ada adalah para kondektur bus patas yang juga menawarkan jasa mereka. Dia memilih duduk di antara pedagang kecil yang sedang duduk santai menemani anaknya yang tertidur. Satu, dua, tiga. Satu bus pun belum terisi juga. Sementara dia sibuk berharap, dia sudah tidak sabar untuk pulang ke rumah. Minggu kali ini lebih penat dari biasanya. 
(2012-2013)

 

A POEM WITHOUT TITLE

you may suffer in such condition which make you asking,
"what is it called?"

may be it's a gift
then you must say, "alhamdulillaah"

or it is actually the proof from the Creator to be closer to the Creator.
that asking something again and again will never be useless!
you just need the time
then you must have something better

it's the challenge also
are you ready to still go or
stuck?
like social media, may be :p
then you can choose which one will be chosen

in conclusion,
one thing can be meant some things :D

thank you

Minggu, 05 Agustus 2012

Sudut Pandang

         Terkadang kita memandang seseorang dengan penilaian MUTLAK dari diri sendiri. Padahal sebenarnya yang kayak gitu itu nggak bagus. Apalagi kalau yang dinilai jauuh (dan sangat jauh) lebih baik dari diri sendiri.

         Getting many points seems to be so easy. Padahal mungkin perjuangannya nggak mudah. Benar-benar nggak mudah. Bahkan jauh lebih sulit. Galau, sedih, senang, sudah biasa. Sangat tawar mungkin. Sudah kebal. Sakit, apalagi. Terlihat hanya kamu satu-satunya yang menderita padahal masih BANYAK yang jauh lebih sakit. Berjuang. Nggak cengeng.

          Ah, jadi malu. Dengan wajahnya yang bersih. Dengan sikapnya yang ramah. Dengan nggak mau dicium punggung tangannya. Dengan usahanya yang kian pesat. Dengan anak-anak. Dengan perannya menjadi ibu. Dengan tanpa alasan-alasan lainnya. 

          Sudut pandang itu kayak orang makan buah. Buah yang dimakan itu sudut pandang sendiri. Jeruk misalnya. Kalau jeruk itu dimakan setiap hari, terus-terusan, pasti membosankan. Flat. Coba kalau makan apel, sesekali sirsak, sesekali melon.

         Bukankah perbedaan itu indah? apalagi ada banyaaak banget hal baik yang bisa kita contoh dari sana.


Suatu Sore

Macet. Panas. Orang-orang berdesak-desakan.Tak ada yang mau kompromi
Jalan mengular, jalan lurus, jalan berbelok-belok
Diiringi teriakan para pedagang, sesekali juga penjual minuman
Yang pengen jalan kehimpit badan orang, yang pengen keluar, menepi harus bersabar
Pasar
Pertanyaannya, mengapakah bisa sesak sedemikian rupa?

Tapi inilah faktanya :)
manusia tidak hidup sendirian,
siklus ini mungkin takkan berubah
karena seperti inilah kehidupan
tidak bisa protes karena diam-diam kau juga melakukan hal yang sama



seni musik di stasiun

Banyak hal yang bisa ditemukan ketika berada di stasiun, khususnya Stasiun Bandung. Salah satu hal yang menarik adalah mendengarkan pagelaran musik yang berada di ujung pintu keluar sebelah utara. Aa, bagiku, nggak kalah keren dengan konser-konser band anak muda yang ngerock.

Sembari menunggu KRD (Kereta Rel Diesel) atau kereta lokal, kamu bisa duduk santai di depan sebuah grup tanpa panggung berkayu. Tanpa diminta, mereka pun menyanyi. Tapi, tahu bedanya kan, mana yang biasanya bernyanyi asal dapat uang dan bernyanyi dengan sepenuh hati? Grup ini memegang posisi kedua. Sang vokalis menyayi dengan baguus. Isi lagunya tuh nyampe.

Anehnya, perempuan berumur 19 tahun yang mendengarkan (saya maksudnya :p) bisa nggak protes sama lagu jadul
"Sepanjang jalan kenangan...." 

Perempuan itu memang memilih menunggu kereta ekonomi yang seribu perak daripada kereta patas yang lima ribu. Entah, mungkin lagi pengen hemat dan pengen nyelonjorin kaki di deretan kursi penunggu.

Awalnya dia mendengarkan dengan sedikit abai. Akhirnya, dia terhenyak sendiri dengan pagelaran itu. Udah suara bagus, no excuse pula. Apa pasal? They, who were performing music beautifully couldn't see the world clearly. Menengok pada sang gitaris yang nggak sumbang memetik nada, juga dengan pianis yang memainkan kunci secara sempurna, dan penabuh gendang yang kelihatan sekali menikmati aktivitasnya. Vokalis? jangan ditanya. Uuuh. Sebuah tamparan kecil bagi yang kurang bersyukur.

"Apakah ada yang ingin request?" tanya sang vokalis. Lantas, seorang lelaki menghampirinya (bisa ketebak juga sih, soalnya dianya menghayati banget lagu itu. hehe). Lelaki itu berbisik, lalu para pemain mencoba-coba dulu.

Dan, taraa! sebuah lagu sukses bikin melayang. Angin senja nampak lebih halus dari biasa.
"Cinta, akan kuberikan bagi hatimu yang damai...."
Perempuan itu nggak malu-malu buat ikut nyanyi.

Masih. Bagus.

Lagu itu tidak terdengar sampai akhir. Soalnya KRD keburu datang.

But it's okay. Pokoknyah, recommended beud deh untuk yang satu ini. 
If you visit Bandung by the train, please take a rest for a while and listen to this marvelous song.
:D



Kamis, 19 Juli 2012


Tahukah, Ibu?
Hujan menderas di sini, dekat-dekat ramadhan ini
Air yang tercekung di bak mandi bertambah dingin
Hawa di sini semakin sejuk
Herannya, keadaan demikian semakin mengingatkanku akan sebuah desa kecil
Dan juga engkau, Ibu

          Petrichor, bau tanah yang menguap saat rintik-rintikhujan berlari
          ke bumi
          Sepi, saat kutak lagi melihat matahari senja bersama anak-anak kecil yang berlari
          Sensasi ini bertambah, Ibu
          Apakah ini yang namanya kerinduan?

Imam Syafi’ie bilang hidup tak lengkap tanpa berkelana
Maka tak usah kupikirkan terlalu dalam, ya, Ibu?
Cukup dijalani saja, dengan syukur
Syukur atas berjuta nikmat-Nya yang bertaburan
Seperti bintang-bintang di langit nan bersih
Karena ribuan manusia masih mengejar garis takdir yang satu ini
         
          Inikah sensasi kerinduan?:-)

Sabtu, 14 Juli 2012

puisi (lagi)




Di sebuah mobil cherry dengan banyak penumpang
Ia berjejalan di antara tiga kakak beradik berjakun yang sekawan
dengan satu teman perempuan
dengan banyak orang tua yang berdampingan, bercengkerama satu sama lain
sambil bernyanyi-nyanyi lagu gubahannya sendiri, “Surabaya, oh, Surabaya, oh, Surabaya.. kota kenangan, kota kenangan, takkan kulupa..”
ia masih kelas lima sd saat itu.
Kini kota itu belum terjangkau, terlampau jauh

Sebuah pesawat
Terbang
Melayang
Siripnya berenang di lautan awan
Suaranya begitu jelas
Membuat mimpinya tertanam,
Tumbuh hingga sekarang

Lantas ia berpoles bedak tebal
Menghibur juri, menghibur teman-teman
Senang
Ketika di atas panggung, rasanya terbang melayang
Begitulah pemikiran anak sd yang belum matang :)

Lagi, ia dihantarkan
Pada sebuah bangunan bernama dinas pendidikan
Riuh rendah suara
Muda-tua, lelaki-perempuan
Ia pun senang membawa kenangan
Bertemu teman-teman, dari ujung Ngawi hingga Blambangan
(Catatan Hari Anak Nasional 2004)

Sabtu, 07 Juli 2012

lagu non pop


kadang-kadang,
bosan juga dengan lagu-lagu pop
bosan juga dengan lagu-lagu barat
dengan tema yang sama, meskipun cara membungkusnya beda-beda

kalau lagu anak-anak?
ah, sepertinya bukan jamannya lagi :'(
lagian, lagu anak-anaknya belum di-update
(kita butuh lagu anak-anak untuk saudara-saudara kita dan anak cucu kita kelak. betuuul?)

jadi,
sebagai seorang muslim,
ketika kamu merasa bosan dengan itu semua,
bisa dicooba yang satu ini :)

lagu-lagunya sami' yusuf.
beliau adalah komposer, penyanyi, yang memiliki jenjang karier yang bagus
penyanyi lagu religi kelahiran iran ini telah lama menetap di inggris
dan.. bisa ditebak harus struggle di negara sekuler tsb.

bisa dilihat di sini 
yang judul lagunya healing.
asyik, jeh.
inti dari lagu tsb adalah : bahagiakan orang lain, beri senyuman
dan semuanya akan menjadi indah.
healing.
aku suka suaranya, halus, lembut.
wajahnya juga tampan (wajah khas orang timur tengah gitu :p)
sedikit tergelitik juga sih. namanya kan ada 'yusuf'nya, itu udah ganteng banget meski udah nggak muda lagi, gimana nabi yusuf yaaa??

 pasti sangat sungguh lebih keren.

ada lagi sebenarnya lagunya. banyak. namanya juga menelurkan album, seperti sebuah lagu berjudul you came to me;
aiih.
dicoba denger aja pokoknya ^^

setidaknya, sekarang sami yusuf berada di bawah naungan ETM International, sebuah label yang lebih aman, tidak riskan seperti yang pernah diperbincangkan lantaran simbol yang berkaitan dengan hal-hal yang nggak baik.

eh,
kalau ketemu sami yusuf, titip salam yaa?
atau,
doain aja bisa ketemu sami yusuf,
nanti salam-salam bisa kusampaikan :))
hehe
 


SNMPTN 2012

wah, selamat ya buat para calon mahasiswa yang diterima di PTN jalur ujian tulis :D
pasti udah pada liat pengumumannya, kan?

girang-girang-mencak-mencak-bahagia yaa karena diterima di jurusan favorit?
selamat yaa
semoga sukses ^^

kuliah yang rajin aja..
nikmatin masa-masa kuliah..
pan, nggak semua orang bisa kuliah..
(nasihatin diri sendiri)

mahasiswa (gelar keren yang cuma ada di Indonesia ini) kan katanya penerus bangsa juga..
(nasihatin diri sendiri)

di sinilah kompetensi diasah !

ganbatte yaa :D

bagi yang gagal, atau masuk jurusan yang sebenarnya nggak diingini,
jangan patah semangat
semuanya belum berakhir
takdir masih bisa berubah asalkan mau berusaha juga

sukses, lagi-lagi nggak ditentukan 100% ama dimana kamu kuliah

semua tergantung dari kemauan kuat.

sorry klo gayanya udah kaya -o-r-a-n-g :P

cemungggudddhh

Selasa, 03 Juli 2012

SEDERHANA SAJA

Sederhana saja baginya.
Sebentuk tawa lepas darimu, menjadi penawar penat yang menjalari seharian.

Sederhana juga pengungkapannya.
Tak perlu banyak puisi untuk menyapanya,
Kediamanmu saja sudah dimengertinya.

Tak perlu pengakuan.
Meski banyak ulasan tentangnya,
nyaris sedikit saja yang benar-benar memahaminya.


Sederhana bahkan terkadang sulit untuk dicerna.
Mengapakah mampu dengan rutinitas yang itu-itu saja?
Sementara di lain hati, rutinitas melenceng sedikit sudah bercuap-cuap
Bosan menyergap.
Menguap.
Menyergap lagi.
Menguap lagi.

Jadi, apa yang sudah diterimanya?
Sudah seimbangkah dengan tangis diam-diamnya, dengan seluruh pengorbanannya?

Kamu bisa menebaknya.



Pengikut