Minggu, 02 Desember 2012

MALAM MINGGU


Malam minggu selalu menyenangkan
Meski tak melangkah keluar
Karena senyummu dan senyum saudaramu berdecit di waktu-waktu yang bersamaan
Malam minggu tak terasa terlalu menyedihkan
Meski tak ada cokelat, tak ada juga bunga mawar
Karena pekerjaan menjelma aroma vanilla yang melayang-layang di ruang kamar

Malam minggu, toh tak seburuk yang dipikirkan
Pikiran saja yang merekonstruksi pemahaman
Jangan menyalahkan sabtu malam,
Jangan menyalahkan malam minggu

Apapun hari,
Patutnya disyukuri
Karena pergelangan tanganmu tak tertusuk jarum-jarum
Penyedot darah
Karena kau tak perlu menggigil, serasa menjemput kematian
Tak juga jutaan rupiah untuk sakit yang kauderita

Tak ada hujan deras yang memporak-porankan surga di duniamu
Tak juga terhampar di tepi jalan
Berselimut malam yang gelap
Dan kian gelap

:)

SERBA-SERBI OSN PERTAMINA 2012


SERBA-SERBI OSN PERTAMINA 2012

Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2012 baru saja selesai digelar. Kompetisi nasional bertajuk "Mencetak Generasi Sobat Bumi Berprestasi" ini sukses menyedot perhatian banyak orang. Terang saja, para peserta mencapai 19.238 orang. Mereka yang telah melewati masa minimal tiga semester itu menunjukkan kemampuannya untuk menjadi yang terbaik. Berbagai seleksi diadakan. Hingga akhirnya, pada 30 November kemarin, bertempat di Fakultas MIPA Universitas Indonesia, tiap-tiap bidang telah menemukan juaranya.  

Abe Gracia Valeerian dari Universitas Pelita Harapan menjadi jawara utama di bidang matematika. David Sipayu dari Universitas Indonesia menjadi pemenang utama di bidang fisika. Disusul Bayu Ardiansah dari Universitas Indonesia di bidang kimia dan Budi Santoso dari Universitas Gadjah Mada di bidang biologi. Sementara, di kategori Science Project, kategori terbaru tahun ini, Grandprix Thomryes dari Universitas Indonesia berhasil menempati posisi teratas.

Kamis, 29 November 2012

Quote-1


We think we are in love....but maybe we love the feeling of being in love (Maimon Herawati, 2012)

KEPO (?)


Assalamualaikum. Selamat malam jumat, Pemirsa! :) Lama ya nggak ada kabar? :p Alhamdulillaah kabar saya baik.. 

Nah, pada paparan blog kali ini, saya mau mengulas sedikit ah, tentang kepo di dunia internet. 

Kepo itu definisi ringannya ya "mau-tahu-aja". Beneran, itu bukan seruan kayak ada orang bertanya, "Kamu lapar, nggak?" terus jawabannya "Mau tahuu aja." Seperti stalking, suka mengintip-intip sesuatu di internet gitu deh (hayoh looh apaan). Entah official website, entah blog seseorang, hingga status atau tweet seseorang.

Alasan seseorang ngepoin suatu laman web itu bermacam-macam. Dari iseng, iseng stadium dua jadi suka ngintip, terus jadi suka ngeliat, dan akhirnya jadi stalker. Entah itu ujungnya bisa berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Bisa jadi motif percintaan masuk sebagai alasan. Bisa juga dendam karena pengen membuat konspirasi besar-besaran (ahaha, ini apaan)..

Minggu, 18 November 2012

HANYA


HANYA

I
Hanya secangkir teh hangat
yang kau berikan kepadaku
di tepian kelas yang berubin abu-abu
kau gundah saat bertingkah aneh di kelas
aku pun juga
kau mengeluh tentang pelajaran yang seakan tak ada habisnya
aku pun juga

Dua buah mistar
Sejajar
Membentuk bentuk ini
Menggaris yang itu
Kau dan aku masih menghitung angka-angka
Sesekali tertawa
Lantas tersenyum lebar kala angka kita sama
Dengan apa yang ibu guru tulis di papan sana

II
Hanya sepotong roti
Tetapi manisnya terkecap sampai sekarang
Serupa selai yang tak luntur diterpa gerimis hujan
Kau berbagi, berbagi apa saja
Aku heran, mengapa kamu sebaik itu, mau lebih perhatian
Daripada teman-teman yang lain
Mungkin itu yang dinamakan keikhlasan seorang teman

Maaf jika
Waktu seolah memisahkan kita
Padahal aku juga diam-diam memisahkan diri darimu
Maafkan aku, Kawan

III
Hanya sebuah cerita
Alurnya beranak pinak hingga kini
Kau dan aku berbicara tentang ayah tentang bunda
Tentang buku tentang wisata
Serupa segalanya

Awalnya hanya, hanya, dan hanya
Padahal dari situlah kita belajar banyak tentang dunia

Buat temen-temen SD yang pada mencar semua :)

Kamis, 15 November 2012

SAJAK LIBURAN


SAJAK LIBURAN

            I
            Biasanya, aku bergelut dengan kemelut
yang kubesut dengan adik-adikku di rumah
Entah apa yang diperebutkan
Bantal? Tidak. Uang jajan? Jarang sekali
Lalu apa?
Hanya melepas endorphin untuk lebih mensyukuri hidup :)

II
Biasanya, jam segini, aku terpekur di depan laptop
menemaninya seharian
Iih, sudah seperti tour guide saja 
Dan, ya, sekarang berbeda
Aku di sini, sendiri
Bersama ratusan pasang mata yang menatap kereta api 

III
Tengah malam 
aku merapat
pada kursi-kursi dingin stasiun

Tengah malam
ada perbincangan
tentang pekerjaan, tentang ibu, tentang perjuangan
di tengah tanah rantau

Tengah malam,
lalu selepasnya
aku berhasil lelap
ternyata mata bisa terpejam, tak hanya ketika diri beratap genteng rumah
dan hangat kamar

IV
Allah itu Maha Pengasih, bukan?
diatur-Nya rencana untukku agar naik kereta yang sampai pukul sekian
diatur-Nya agar aku tak menyusuri gerbong yang itu, tetapi yang ini
agar aku bertemu mereka
yang masih berteman dengan teman sebangkuku
membuat satu dari dua pemuda itu berkata, "Dunia ini sempit, Bro!"
agar aku tak terlalu kaku
dengan sosok yang kutemui tempo hari

V
ayat itu berkelindan di benakku, 
"Maka ni'mat Tuhanmu yang manakah yang akan kaudustakan?"

Ps-Sby-Bdg-Jkt, tengah November 2012
awal muharram :))

 

 

           

Senin, 12 November 2012

Bersekolah, Yuk!

-->
Bersekolah itu penting. Kalau tidak penting, mengapa jutaan anak manusia bersekolah setiap hari? Banyak hal yang didapatkan ketika kita bersekolah. Dari ilmu, teman, sampai pengalaman. Banyak rasa yang dikecap. Dari senang, susah, sampai biasa-biasa saja.
Yap! Sekolah memang salah satu sarana mendapatkan pendidikan. Istilahnya, sekolah menjadi bagian dari sistem pendidikan. Sebagaimana UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Futuristik banget kan sebenarnya pendidikan itu?:) Dengan demikian, sekolah menjadi pujaan hati para siswa Indonesia. (ciee, bahasanya udah kayak musisi aja)
Namun, seperti halnya cerita fiksi dimana alur hidup tokoh utama tidak selalu mulus, kegiatan sekolah pun juga begitu. Tidak sedikit siswa yang merasa kesulitan belajar. Sepertinya penuh otak ketika mengerjakan tugas. Galau. Sering mengerjakan tugas tidak tepat waktu dan tidak optimal. Tidak sedikit juga para guru yang mengeluhkan siswanya. Dari yang ngelamun aja di kelas, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, nilai jelek, kenakalan, hingga tawuran. Orang tua bisa jadi ikut mengeluh karena anaknya kesulitan menyerap pelajaran. Mereka mengharapkan sang anak sukses dalam belajar.
Adalah lebih baik kiranya jika seluruh komponen pendidikan membentuk kegiatan belajar senyaman mungkin. Tak perlu sikut sana-sini untuk menentukan siapa yang bersalah. Keadaan akan lebih baik jika saling bantu-membantu dan saling memperbaiki diri. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
1.     Bersekolah seperti bermain
Pernah melihat orang yang asyik bermain game seharian? Rasanya, tidak ada kata “capai” dalam rotasi seharinya itu, ya? Anggaplah belajar demikian. Belajar itu seperti mengukir kaligrafi di atas kanvas. Belajar itu seperti menjelajah hutan belantara yang penuh dengan makhluk hidup di dalamnya. Caranya? Dengan menggabungkan daya imajinasi dan daya ingat kita. Contohnya, metamorfosis kupu-kupu. Asyik sekali membayangkan bagaimana terbentuknya kupu-kupu sembari mengingat-ingat tahap-tahapnya. Tentu yang seperti ini lebih mudah. Bersekolah itu bisa menghabiskan waktu lebih dari enam jam. Kalau enam jam dibuat enjoy, pasti siswa akan betah bersekolah. Begitu juga dengan guru-guru. Enam jam di sekolah bisa diibaratkan enam jam bertemu “anak-anak”nya yang beragam
2.     Guru-guru yang mengajar dari hati
Seorang guru yang mengajar dari hati otomatis menjadi guru yang profesional. Ia mendedikasikan segala yang didapatkannya ketika sekolah atau kuliah dahulu kepada murid-muridnya. Ia juga tak ragu untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari murid yang terkesan sulit. Tak hanya mengajar materi pelajaran yang diampu, nilai-nilai moral yang luhur diajarkan melalui tindakan nyata
3.     Perbaikan fasilitas
Fasilitas merupakan modal penting dalam sekolah. Fasilitas yang baik dan bagus akan menyokong semangat siswa untuk belajar. Hal ini bisa dilakukan dalam penyediaan sarana beribadah, penyediaan perpustakaan yang sejuk, lengkap, dan nyaman, penyediaan taman sekolah, penyediaan kamar kecil, dan penyediaan kantin. Tentu pihak sekolah harus mendistribusikan dana yang digulirkan pemerintah secara tepat, salah satunya berbentuk fasilitas ini

4.     Dukungan orang tua
Tugas orang tua tidak hanya mencari nafkah, melainkan membantu mengawasi putera-puterinya dalam belajar. Tak ada salahnya juga berkomunikasi dengan guru demi peningkatan belajar sang anak. Berkomunikasi intensif dengan guru berarti tidak hanya dalam “kasus” saja :-)
5.     Saling menghargai dalam sekolah
Jika para siswa menyayangi teman-temannya dan menghormati guru-gurunya, tentu terasa menyenangkan. Apalagi para siswa menghormati guru-gurunya dalam sekolah. Menjabat tangan setiap bertemu, hal ini masih perlu dipertahankan. Budaya Indonesia kan, budaya yang menghormati orang yang lebih tua? Begitu pula dengan para guru. Mereka menyayangi para siswanya dan tidak serta merta menghakimi jika ada masalah terjadi

Demikian kiranya hal-hal yang bisa dilakukan untuk membentuk kegiatan belajar di sekolah yang baik. Semoga bermanfaat !:)


Pengikut