Minggu, 01 Januari 2012

SMALL ACTS FOR GREAT IMPACTS (Pentingnya Konservasi Air bagi Kita)

-->


Membincangkan pelestarian air takkan bisa lepas dari membincangkan manusia sebagai pemeliharanya. Air dan manusia, keduanya adalah bagian dari lingkungan itu sendiri. Malah, Bapak St. Munajat Danusaputra telah menjelaskan bahwa manusia dan benda-benda di sekitarnya saling berkaitan satu sama lain. Segala sesuatu saling membutuhkan dan melengkapi.Air telah menjadi kebutuhan krusial bagi manusia, bahkan peribahasa "sayur tanpa garam itu gak enak" sudah tidak komparatif lagi untuk perbandingan air ini. Maksudnya, saking benar-benar dibutuhkannya air ini bagi kita sebagai manusia. Menjelang subuh, ummat muslim mengawali paginya dengan wudlu. Sejenak kemudian, petani bersiap ke sawah merawat padi, butuh irigasi. Agak siang sedikit, para ibu mencuci baju. Saat di sekolah, murid-murid pun kehausan dan butuh air. Begitu pula pada sudut pekerjaan yang lain. Dapat dibayangkan jika pada suatu pemukiman luas dengan penduduk banyak, kebutuhan air pun semakin tinggi. 

Sebenarnya, yang kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah air tanah. Itu lho, yang keluar dari sumur bor atau sumur gali. Siklus air tanah sangatlah kompleks. Bermula dari resapan air hujan, terkumpul dalam tempat yang besar yang dipengaruhi gravitasi -aquifer, hingga membentuk aliran air tanah.

Kondisi air tanah dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Jika kebutuhan terhadap air terus meningkat tanpa dibarengi dengan konservasi air itu sendiri, maka dampaknya akan sangat berbahaya. Singkat atau laten. Contohnya adalah timbulnya penyakit kulit, pencemaran air, dan kelangkaan air pada daerah tertentu. Padahal kita tahu bahwa Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan pepohonan hijau --untuk resapan air. Manusia sendiri terbentuk atas lebih dari 60% air. Oleh karena itulah kita membutuhkan konservasi air.

Konservasi bukan hanya berarti melindungi sesuatu yang langka, namun menjaga apa yang telah dipunya. Seperti air. Untuk konservasi tentu saja harus dimulai dari hal-hal yang paling kecil. Dapat dibayangkan jika dua ratus juta penduduk Indonesia melakukan konservasi kecil namun konsisten, dampaknya akan menakjubkan. Namun, bukan berarti kita menyepelekan proyek besar untuk konservasi air.

Berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk konservasi air.

1.     Gunakan air secukupnya.

Menggunakan air secukupnya termasuk mencuci baju secara optimal dan menutup keran yang menetes. Jika tidak ada keperluan yang begitu penting, hendaknya tidak boros dalam menggunakan air. Porsi air tanah memang tak sebanyak porsi air asin di dunia. Namun, apabila kita mampu menjaganya, tentu kita tidak akan kerepotan hanya untuk mencari air kelak.

2.     Membuang sampah pada tempatnya

Negara-negara maju seperti Jepang telah memiliki sistem pembuangan sampah yang luar biasa. Mereka memilah kemasan, logo kemasan, plastik basah, dan plastik kering sesuai tempatnya. Dan TPA negara tersebut bukan di sungai. Hal tersebut patut dicontoh dan dicanangkan pemerintah. Untuk kita, tentu dengan berusaha semaksimal mungkin menjaga kebersihan sekitar dengan membuang sampah pada tempatnya. Apabila terbiasa, akan ada rasa jengah jika membuang sampah sembarangan.

3.     Menanam satu pohon

Dengan bertambahnya pohon, resapan air pun semakin besar. Kuantitas pepohonan juga menjadi faktor kelangkaan air saat ini. Jikalau tidak mampu menanam satu pohon, maka kita cukup menjaganya.

Dengan demikian, konservasi air itu penting. Small acts for great impacts :) !




Pengikut