Jumat, 12 Oktober 2012

Hujan dan Puisi


Sebuah pinta masih basah 
di bawah gerimis yang menyapu jalanan rebah
Secangkir cemas masih tergenggam
sekuat tangan dan payung 
di kala hujan

Melaju, aku terus melaju
diselingi lagu-lagu
semoga malaikat turun menemuiku
hari ini
mendengar keluhku, pintaku, harapku, cemasku
meski aku tahu ia bukanlah Jibril yang sempurna

Jalanan ini telah renta
berbeda dengan langkahku yang masih muda
di sini


Hujan dan Puisi –Malang, 2011

1 komentar:

  1. Dek, tau ga, puisimu sederhana tapi manis.
    Aku suka hujan, aku suka puisi, apalagi kamu nulisnya di Kota Malang. Kerasa banget cantiknya :')

    BalasHapus

Pengikut