Jumat, 12 Oktober 2012

OPINI

Kali ini ingin berbagi pendapat saja. Pendapat yang berdasar pada pengalaman juga ...

Apa pembaca merasakan hal yang sama seperti saya?
Belajar di waktu SD tuh, meski enam tahun, keselnya nggak kerasa. Happy-happy aja. Boleh jadi tugas semacam menggambar peta hasilnya tak bagus banget atau rumus matematika tak terhapal dengan sempurna. Namun, nggak sampai menderita. Nggak sampai mual. Nggak sampai pengen nyerah. 

Meskipun pemerintah telah menetapkan mata pelajaran yang cukup banyak, nyatanya saya nggak protes. Bangunan SD yang kalah mentereng dengan SD di kotamadya nggak menyurutkan semangat. Buku-buku perpustakaan terbaca meski nggak ada AC nggak ada karpet. Guru-guru di sini mengajar dengan begitu tekunnya, penuh pengabdian. Nggak mengeluh apalagi curhat tentang harga kebutuhan pokok yang bertambah naik.

Saya nggak tahu gimana dengan teman-teman saya. Yang jelas, semangat saya nyosrok ketika udah gede, udah abege. What happened?

Setelah ditelusuri, saya yang protes terhadap metode belajar. Kenapa harus belajar sebanyak ini materinya? T_T. Kalaupun hapal, nggak bakalan semua yang mengendap di otak. Terus, kenapa harus hapal? Padahal besok nggak kepake. Gurunya jangan gini dong. Saya yang jarang berbuat onar di kelas sekali gaduh langsung dikasih petuah keren. Yang jagonya bikin onar jarang diapa-apain karena temannya anaknya pejabat. Oh yeah.

Ketika belajar dianggap bermain, enjoy aja bawaannya :). Itulah prinsip belajar a la anak SD.

Protes itu nggak seluruhnya salah. Mungkin banyak juga yang ngerasa seperti itu. Namun protes itu juga nggak seutuhnya benar. Salah sendiri. Kinerja otak menurun karena jarang belajar, jarang membaca, jarang juga berdoa.
Maka dari itu, lebih baik belajar keras. Karena gimanapun pasti ada hasilnya. Minimal nggak jelek-jelek banget nilai di rapor. Nggak mungkin bisa mempelajari hanya satu dua pelajaran setiap hari. It's a must. We couldn't fight for it. Yang mungkin adalah bersyukur bisa sekolah dan menjalaninya dengan rutinitas yang nggak boleh dijemukan (ditambah ekskul aja biar ga jenuh, dll).

Salah satu hal yang melegakan adalah mempelajari apa yang disukai. Ini yang didapatkan lewat kuliah. Kalau belum kuliah bisa memotivasi diri sendiri. Karena nggak  mungkin pengajar atau dosen merhatiin kita 24 jam. Bikin ilustrasi (baik gambar, cerpen, novel (bagi yang suka)) bisa memudahkan kayaknya. Peta konsep juga.

Terus, kalau bisa, mencatat impian dari awal .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut