Minggu, 05 Agustus 2012

Sudut Pandang

         Terkadang kita memandang seseorang dengan penilaian MUTLAK dari diri sendiri. Padahal sebenarnya yang kayak gitu itu nggak bagus. Apalagi kalau yang dinilai jauuh (dan sangat jauh) lebih baik dari diri sendiri.

         Getting many points seems to be so easy. Padahal mungkin perjuangannya nggak mudah. Benar-benar nggak mudah. Bahkan jauh lebih sulit. Galau, sedih, senang, sudah biasa. Sangat tawar mungkin. Sudah kebal. Sakit, apalagi. Terlihat hanya kamu satu-satunya yang menderita padahal masih BANYAK yang jauh lebih sakit. Berjuang. Nggak cengeng.

          Ah, jadi malu. Dengan wajahnya yang bersih. Dengan sikapnya yang ramah. Dengan nggak mau dicium punggung tangannya. Dengan usahanya yang kian pesat. Dengan anak-anak. Dengan perannya menjadi ibu. Dengan tanpa alasan-alasan lainnya. 

          Sudut pandang itu kayak orang makan buah. Buah yang dimakan itu sudut pandang sendiri. Jeruk misalnya. Kalau jeruk itu dimakan setiap hari, terus-terusan, pasti membosankan. Flat. Coba kalau makan apel, sesekali sirsak, sesekali melon.

         Bukankah perbedaan itu indah? apalagi ada banyaaak banget hal baik yang bisa kita contoh dari sana.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut